Rabu, 20 Mei 2009

ISTIMEWANYA WANITA

0 komentar
Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.

2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah
tetapi tidak sebaliknya.

3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.

4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.

5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.

6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat
pada isterinya.

7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.

8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas
yang tak ada pada lelaki.

9. Dll.*


Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN
WANITA ". atau EMANSIPASI WANITA.

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan
ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan
dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada
ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah
harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada
suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu / wajib
juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak?

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi
tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan
seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena
melahirkan adalah syahid dan surga menantinya?

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4
wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara
perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya
ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak
lelakinya dan saudara lelakinya.


Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana
saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : sembahyang 5
waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya, dan menjaga
kehormatannya. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara
bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya
kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala
orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... ** kan **?*

Ingat firman Nya, bahwa mereka(kafir) tidak akan berhenti melakukan segala
upaya, sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan buatan
mereka.

Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, Yang menciptakan kita,
maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala
hukumnya/peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan
dengan segala peraturan/hukum buatan manusia.



Wa'Allahu alam bish shawab

Senin, 20 April 2009

Doa untuk Kekasih

0 komentar
Allah yang Maha Pemurah...

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU...

Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.

Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya...
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni...
dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya...
ya Allah tolong satukan hati kami...
bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...

Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini...
lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...

Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya...
luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...

Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....

Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...

Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.

CINTA KAMI BERDUA

0 komentar
Cinta kami berdua...

Bukan berawal dari pendekatan yang lama

Juga Bukan berawal dari keakraban yang panjang.

Melainkan dari keinginan hati,

Untuk mencapai ridho Illahi

Untuk saling berbagi dengan seikat janji

Saling menerima kelebihan dan kekurangan

`Tuk lalui suka duka hidup berdua

Saling menjaga,

dan Percaya.

Jumat, 20 Maret 2009

sebuah renungan

0 komentar
Saat napas ini dimulai...
Sudah kulangkahkan kaki ini menjalani rodanya...
sudah pernah aku rasakan indahnya hidup, nikmatnya keberhasilan, terpenuhinya keinginan...
saat dimana rasanya telah sampai dipuncak...
tetapi ternyata tidak berhenti sampai disitu...
saatnya aku turun merasakan susahnya hidup, kegagalan demi kegagalan, dan tertundanya impian...
saat dimana aku melihat tanpa mata, mendengar tanpa telinga, menangis tanpa air mata, dan berjalan tanpa pijakan...
sekarang tersadarkan setelah semua yang aku alami...
CINTA pada manusia bisa kuraih tp tak dapat mengabadi...
CINTA pada dunia bisa ku rasa tp tak dapat sempurna...
CUMA 1 cinta yang indah membawa kita kelangit surga, membuat mata menjadi basah, membuat kita enggan besar kepala di dunia yang fana..CINTA PADAMU Y ALLAH..
Alangkah hina ktika nikmat didepan mata tertutup maksiat membabi buta..

Minggu, 22 Februari 2009

Perekat Tali Perkawinan

0 komentar
-->
Untuk memperoleh sakinah atau ketentraman dalam hidup pernikahan, dua orang pasangan suami isteri itu harus bisa menyatu dalam satu ikatan. Menurut Al-Qur'an surat ar-Rum, tali temali perekat pernikahan itu adalah mawaddah dan rahmah, cinta dan kasih sayang. Yang ideal adalah jika antara suami dan isteri diikat oleh perasaan mawaddah dan rahmah sekaligus.

Dalam bahasa Arab, mawaddah mengandung arti kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Jadi, cinta mawaddah adalah perasaan yang mendalam, luas, dan bersih dari pikiran serta kehendak buruk. Sedangkan rahmah mengandung pengertian dorongan psikologis untuk melindungi orang yang tak berdaya.
Rumah tangga yang direkat oleh mawaddah dan rahmah adalah pasangan dimana masing-masing secara naluriah memiliki gelora cinta mendalam untuk memiliki, tapi juga memiliki perasaan iba dan sayang dimana masing-masing terpanggil untuk berkorban dan melindungi pasangannya dari segala hal yang tidak disukainya.

Mawaddah dan rahmah itu sangat ideal. Artinya, sungguh betapa bahagianya jika pasangan rumah tangga itu diikat oleh mawaddah dan rahmah sekaligus. Sesuatu yang ideal biasanya jarang terjadi. Bagimana jika tidak? Seandainya mawaddahnya putus, perasaan cintanya tidak lagi bergelora, asal masih ada rahmah, ada kasih sayang, maka rumah tangga itu masih terpelihara dengan baik. Betapa banyak suami isteri yang sebenarnya kurang dilandasi oleh cinta membara, tetapi karena masih ada rahmah, ada kasih sayang, maka rumah tangga itu tetap berjalan baik dan melahirkan generasi yang terpuji. Rahmah yang terpelihara pada akhirnya memang benar-benar mendatangkan rahmat Tuhan berupa mawaddah.

Di samping mawaddah dan rahmah, Nabi menggarisbawahi dengan pernyataan bahwa pernikahan adalah amanah. Kata Nabi, wa akhaztumuhunna bi amanatillah (kalian mengambil pasanganmu sebagai isteri (atau suami) adalah berdasar amanah Allah).

Dalam Al-Qur'an, amanah diterangkan oleh para ahli tafsir sekurang-kurangnya mengandung tiga arti, yaitu : (1) titipan, (2) tanggung jawab, dan (3) kepatuhan kepada hukum Allah. Amanah mengandung arti tanggungjawab dengan berlaku adil dan rationil seraya menyadari implikasi dan konsekwensi dari apa yang dilakukannya. Isteri adalah amanah Allah kepada suami, suami adalah amanah Allah kepada isteri. Keduanya harus komit kepada hak dan kewajibannya serta menyadari implikasi dan konsekwensi dari apa yang mereka lakukan. Kasus-kasus buruk dalam keluarga pada umumnya bersumber dari tidak dihiraukannya amanah ini.
Cinta adalah salah satu sifat Tuhan yang Mahaagung, oleh karena itu juga di dalamnya, di dalam cinta ada keagungan, keagungan cinta. Manusia diperintahkan untuk meniru akhlak Tuhan. Dalam hal cinta, orang yang memiliki perasaan cinta dan bisa mencintai adalah manusia yang mulia. Namun cinta itu bertingkat-tingkat. Menurut Imam Al-Ghazali, ada empat tingkatan kualitas cinta :

1. Ada orang yang hanya mencintai diri sendiri, cinta diri. Segala ukuran kebaikan hanya diukur dengan kepentingan dirinya. Ini adalah cinta yang paling rendah kualitasnya.
2. Ada orang yang mencintai orang lain sepanjang orang itu membawa keuntungan bagi dirinya. Jika keuntungan dari cinta itu sudah tidak ada, maka cintanya pun putus. Cinta tingkat ini adalah cinta pedagang, cinta transaksional.
3. Ada orang yang mencintai orang baik, meski ia tidak diuntungkan sedikit pun dari orang yang dicintainya itu. Cinta tingkat ini sudah termasuk cinta yang agung.
4. Ada orang yang mencintai kebaikan murni terlepas dari siapapun yang memiliki kebaikan itu. Cinta tingkat ini adalah yang tertinggi, dan merekalah yang dapat mencintai Tuhan, karena Tuhan itu adalah kebaikan.
 

Ka'bah Night | powered by Blogger | created from Minima retouched by ics - id