Alhamdulillah..sebuah kata yg senantiasa yg harus aku lontarkan pada Allah Azza Wa Jalla.
Ditengah kegelapan malam 12 Sept 2010 mulai dari tetangga, keluarga dekat kumpul dirumah untuk menyiapkan berbagai hiasan kue dan parsel lainnya. Termasuk aku sendiri turut terlibat membungkusi dan menghiasi makanan kecil berupa wajik dan dodol, sebagai syarat dan adat untuk acara ini katanya.
Ternyata lebih sulit dari yang aku bayangkan selama ini untuk mencapai hari indah itu.
13 Sept 2010 kemarin keluargaku datang ke rumahnya untuk mempertemukan 2 keluarga dan mematangkan persiapan tgl 8, 9 Okt 2010 nanti. Hari dimana duniaku dan kehidupanku berubah insya ALLAH..
Bila sepasang bola mata ini mulai mengelopak, aku harap engkau yg pertama aku lihat nantinya.
Bila sepasang tangan ini mulai menggenggam, aku ingin tanganmu yg kudekap.
Bila bibir ini mulai berkata, ku harap namamu yg pertama aku panggil
bila telinga ini mulai mendengar, kuharap suaramu yg terlantun.
bila kelak kita kumpul di surga, kuharap dirimu jadi permaisuriku disana.
Sebuah kado kecil buatanku ini sebagai pengantar jalan kita buat mengarungi bahtera kita kelak ^_^
Wah tidak lama lagi mau puasa, sudah masuk bulan rajab habis itu sya'ban trus ramadhan , bulan dimana ada hari yang lebih baik dari 1000 bulan, bulan dimana diturunkannya al-quran, bulan dimana ibadah wajib berlipat ganda pahalanya, ibadah sunnah berpahala wajib, sungguh ALLAH SWT membuka pintu surga selebar-lebarnya dibulan ini dan menutup pintu neraka serapat-rapatnya...Kita umat muslim di wajibkan berpuasa dibulan ramadhan sebagai mana firman ALLAH SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون Artinya ; "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
Selain itu banyak hadis Rasulullah SAW yang memerintahkan kita untuk berpuasa, antara lain
":Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda “Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa (pahala tak terbatas) krn puasa itu utk Aku dan Aku akan membalas puasa adl perisai jika salah seorang kalian sedang puasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak jika ada orang yg mencerca atau memerangi ucapkankanlah : “Aku orang yg sedang puasa (ucapan dgn lisan) [1] demi Dzat yg jiwa Muhammad di tangan-Nya sesungguh bau mulut orang yg puasa lbh wangi di sisi Allah daripada bau minyak misk [2] orang yg puasa punya dua kegembiraan jika berbuka, gembira jika bertemu dgn Rabb gembira krn puasa yg dia lakukan.” (HR. Bukhri (4/88) Muslim (no. 1151) ini lafadz Bukhori)"
"Dari Sahl bin Saad radhiallihu anhu dari Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda (yang artinya) : “sesungguh dalam syurga ada satu pintu yg disebut dgn rayyan orang-orang yg puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut tak ada orang selain mereka yg memasukinya. jika telah masuk orang terahir yg puasa ditutuplah pintu tersebut barang siapa yg masuk akan minum dan barang siapa yg minum tak akan merasa haus utk selamanya.” (HR. Bukhori (4/95). Muslim (1152) tambahan akhir dalam riwayat Ibnu Khuzhaimah dalam kitab Shahih (1903))
Selain banyak keutamaan puasa ada juga keutamaan lain terutama buat bujangan seperti saya sebagaimana sabda Rasulullah SAW :“Wahai sekalian para pemuda barang siapa diantara kalian telah mampu baah (menikah dgn berbagai macam persiapannya) hendak menikah krn menikah lbh menundukan pandangan dan lbh menjaga kehormatan. Barang siapa yg belum mampu menikah hendaklah puasa krn puasa merupakan wijaa (pemutus syahwat) baginya.” HR. Bukhori (4/106) dan Muslim (no. 1400) dari Ibnu Masud"
Buat sebagian orang awam, datangnya bulan puasa begitu menyiksa, tak bisa makan tak bisa minum tak bisa merokok bahkan tak bisa berhubungan suami istri di siang hari. Sungguh menyiksa bagi mereka. Padahal mereka tidak tahu ALLAH hanya meminta sedikit waktu mereka untuk menghambakan diri kepada Nya. Merasakan apa yang orang susah selama ini rasakan. Mungkin didepan kita berhamburan makanan, bergalon-galon air tapi Allah meminta kita menahan diri kita sejenak. Untuk mensyukurinya bila tiba waktunya.
Terkadang nafsu kita begitu besar ketika menjelang berbuka, mau makan inilah itulah tapi setelah berbuka tidak bakal semua makanan itu akan kita lahap.
Disitulah nilai yang terkandung dari puasa bagaimana kita mensyukuri nikmat ALLAH yang sedikit tapi sungguh berharga diwaktu berpuasa. Sungguh pada saat itu seteguk air begitu nikmat ketika membasahi kerongkongan kita.. Alhamdulillah.
Met Menyambut bulan Puasa
Semoga Menjadi Ibadah yang tak kan terlupakan karena mungkin kita tak akan bertemu dengan Ramadhan berikutnya...
Akhirnya 2 tahun disini klar juga, banyak kenangan sedih maupun gembira disini...Aku cuma mau ucapin bnyak terima kasih buat teman2 dan orang2 yang mengisi hariku disni...Orang tuaku makasi buat perhatiannya yg tak tergantikan, cinta dan kasih sayangnya...Buat WAk So, Kak Yani, Wak Kadir, Egi, Lia, Momon keluarga terdekatku... Buat semua Keluarga yg membuat aku kuat jalani 2 tahun ini dengan berbagai masalahku...
Buat dody makasi buat jalan2 pertamanya dijakarta, maksi buat pinjeman motor maticnya :)...
buat Erik dan Satrio makasi buat tumpangan sementaranya di Jakarta...
Buat Bu umsiyah maaf aku minggat tanpa ijin, aku takut kemalingan bu...
Buat Arif makasi banyyaaakkkk telah menjerumuskan aku dalam lembah putih yg menyejukkan ini..smoga kita tetap istiqomah dimanapun kita berada...
Buat rizky ndut penempatan dimane lho fren!!!!! ^_^
Buat Harsya dan bibir jgn nonton bokep mulu lho be2..^_^
buat Jaka makasi buat jalan2 ke bogornya dan bareng2 puasa, habis 2 juta kita fren cuma buat buka puasa ^_^..
buat pak Luky maksi buat BARANADE nya (ARAB EDAN.kwkwkwkwkwkwk)
Buat Ibu dan Bapak angkat dan Ibu Dillah maksi uda anggap aku jadi anak dan saudara disni.
buat cewek cantik yg aku lupa namanya, makasi sudah mau diajak kenalan :p, makasi buat jlan2 ke ragunan, ngurusi anak2 jalanan dan anak terlantar, pengalaman yg tak akan aku lupakan.
Buat teman2 2b maksi sudah mau menerima kehadiranku dikelas...
khususnya buat Andy makasi buat contekannya, buat raras kok malah aku yg dipanggil "sayur" padhl kn buat kalian...Anak Geng Paus Fuad, Nafi, Mubarak, Harfa, Wisang...Kalian emang teman yg baik...Buat Fuad buruan nikah, buat Mubarak Selamat y nikahannya, Kak nafi buruan juga, entr jadi banci beneran lho..Harfa selamat uda ngambil posisiku jadi juara 1, tunggu pembalasanku ^_^..wisang trus belajar dek...
Oy aku ma fuad tetep juara bersama kompetisi PES y..hahahahhahhaahha ^_^
Buat dosen2 di 2b dan 3A maksi pak dan ibu buat ilmunya...
Lanjut lagi...
Buat Kak Seno,Mas prima, mas Ali makasi buat tumpangan nya di iwak mabur...paling asyik ngumpul bareng kalian...sering makan2 si!!!!
Buat Kazman kapan kita jalan2 ke bandung dan sekitarnya..Lho emang keren bro, aku yakin lho bisa juga kayak harfa!!!!SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!
buat mbak yg sering nyuci dan nyapu maksi y mbak dahh bantuin kami semua....
buat Vega, jgn begadang mulu lho..telponan mpe kedengeran tngah malm ^_^
Buat Bayu knapa lho pindah, takut ditujah pantat lho ..kwkwkkwkwkwkwk
Buat Ibu Kos, maksi y uda boleh bayar nyicil ^_^
Buat anak 3A salut buat idealismenya... buat Arif yg jadi leader, buat UUt maksi jarkomnya ^_^,
buat Tya makasi untuk kebersamaannya setahun belakangan ini, kita gak jodoh, jangan sakit hati y cintanya, aku tolak!!! ^_^
tapi gk papa donk uda mau merid kan tgl 14 Feb ni , SELAMAT Y!!!!
buat mbak tri maksi buat bantuannya suka ngprint tugas qta :)...
buat teman2 kajian makasi buat sinyal iman ku jadi naik...
Buat Ustad Muhtarom dan Ustad Mudrika Ilyas..maksi buat Ilmu2 keagamaanya!!!
Kapn y bisa Kajian lagi :(...
Terakhir buat semua orang yg tak bisa aku sebutin satu demi satu yg terlibat dalam hidupku makasi banyak,jadi bagian dari crita hidupku di JAKARTA RAYA ini...
Wahai sang suami .... Apakah berat bagimu, untuk tersenyum di hadapan istrimu di kala dirimu masuk menemui istri tercinta, agar engkau meraih pahala dari Allah?!! Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala dirimu melihat anak dan istrimu?!! Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat engkau menghampiri dirinya?!! Apakah gerangan yang memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan menyuapkannya di mulut sang istri, agar engkau mendapat pahala?!! Apakah susah, apabila engkau masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : "Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh" agar engkau meraih 30 kebaikan?!! Apakah gerangan yang membebanimu, jika engkau menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!! Tanyalah keadaan istrimu di saat engkau masuk rumah!! Apakah memberatkanmu, jika engkau menuturkan kepada istrimu di kala masuk rumah : "Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun". Sesungguhnya, jika engkau benar-benar mengharapkan pahala dari Allah walaupun engkau dalam keadaan letih dan lelah, dan engkau mendekati sang istri tercinta dan menggaulinya, niscaya dirimu akan mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :"Dan di dalam mempergauli isteri kalian ada sedekah". Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika engkau berdoa dan berkata : “Ya Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya” Sesungguhnya ucapan baik itu adalah sedekah. Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah. Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan. Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa. Berhubungan badan mendapatkan pahala.
Wahai sang Istri .... Apakah akan membahayakan dirimu, apabila engkau menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi simpul senyum yang manis di saat dia masuk rumah? Apakah memberatkanmu, apabila engkau menyapu debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!! Apakah engkau merasa sulit, jika engkau menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!! Mungkinkah akan menyulitkanmu, jikalau engkau berkata kepada suami : "Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku". Wahai sang istri… Berdandanlah untuk suamimu dan harapkanlah pahala dari Allah di waktu engkau berdandan, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan Pakailah parfum yang harum, dan ber-make-uplah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu. Jauhi dan jauhilah bermuka masam dan cemberut. Janganlah engkau mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang bermaksud merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami. Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah. Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lembut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan menduga hal-hal yang jelek ada pada dirimu. Selalulah dirimu dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat. Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya. Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya. Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir setan. Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunah, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan janganlah engkau menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya. Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Dan Rabbmu berkata : “Serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu” (Al-Ghafir : 60). *****
Entah apa yang kurasa saat ini, air mata tidak kunjung berhenti...
perasaan yang dulunya menggebu2 sepertinya sudah memudar sedikit demi sedikit
Ini yang aku takutkan selama ini, apakah ini tanda keputus asaan diriku menjalani skenariomu ya ALLAH
Dulu rasa ini tinggi menjulang bak gunung es yang menimbulkan hawa dingin kesekujur tubuh, tapi perlahan gunung ini mencair menjadi gumpalan-gumpalan es kecil yang tak berarti...
Rasa itu tidak menghilang tapi benar-benar memudar...
Dahulu aku punya sejuta mimpi, tapi belum satu mimpipun yang terwujud
Yang kurasa gunung es itu cuma bisa membuat sakit diriku dengan hawa nya yang dingin.
Rencana mungkin tinggal rencana akan sulit aku wujudkan sendiri semuanya
Mungkin aku akan jalani dengan cara mengalir tapi ini bukan bagian yang aku sukai
Aku punya pandangan jelas dalam hidup, aku bukan orang yang cuma mengalir tanpa arah
Tapi sepertinya aku tidak melihat seorang pun berniat membantuku..
Tidak juga "dia"
Aku tidak melihat keseriusan dia dalam hal ini, cuma aku yang bergerak memikirkannya...
Tidak ada usaha lebih dalam mencapai niat baik ini, seakan dia membawanya dengan cara mengalir...
Dengan berbagai alasan dan kondisi yang dia punya seakan dia bisa membuat semua ini menjadi masalah biasa bukan masalah besar
Tak ada daya juang, selalu berselimut dalam ketakutan yang tak berdasar...
Semangat tak berkobar, cuma bisa mengeluh tapi tidak menunjukan hasil yang memuaskan
Aku sangsi dengan dengan apa yang dia kerjakan saat ini, jauh panggang dari api...
Jauh dari kata ikhtiar yang matang, sulit rasanya akan mendapat hasil yang memuaskan...
Karena Hasil itu berbanding lurus dengan Ikhtiar yang dibuat...
Ini cuma sekedar formalitas dimataku...
Tak ada niat besar yang kulihat...
Tidak ada yang sia-sia didunia ini terlebih ketika kita "belajar"
Belum pernah aku temui hasil yang memuaskan dari pekerjaan yang dilakukan dengan waktu yang singkat...
Sepertinya air mata ini belum bisa berhenti dalam waktu dekat..
dan senyum simpul kebahagian akan lama terpancar dari raut muka ini...
semoga nanti masih ada senyum, walaupun tidak se ceria yang aku inginkan dulu...
Tolong obati hatiku ini y ALLAH, dari kesakitan yang panjang ini....
Kalau benar aku salah melangkah tolong angkat aku dari lubang ini
Sucikan aku dari kotoran lubang ini, sehingga aku bisa kembali diterima dilingkunganku dalam naunganMu...Wallahu a'lam
Aku mencintaimu secara sederhana
Seperti sungai pada hujan
Seperti bunga pada kupu-kupu
Seperti laut pada daratan
Aku mencintaimu secara sederhana
Seperti Srikandi pada Arjuna
Seperti Shinta pada Rama
Aku mencintaimu secara sederhana
Bukan dengan bujuk rayu
Bukan dengan penyaluran hasrat
Bukan dengan pelampiasan nafsu
Walau aku tak menampik semua itu
Aku mencintaimu secara sederhana
dengan sentuhan
dengan belaian
dengan kecupan
dengan kasih
tulus dan suci
Indah
Lebih indah dari yang pernah engkau bayangkan
Aku mencintaimu secara sederhana
Tidak meletup laksana api
Namun mengalir seperti air
Tenang
diam menghanyutkan
Aku mencintaimu secara sederhana
Walau harus kuterjang badai
Kuhadang gelombang
Hingga tiba ditepian tak bertuan
Aku mencintaimu secara sederhana
Entah kau sadari atau tidak...
Puasa ini sudah cukup berkepanjangan, haus begitu mencekik kerongkongan, lapar telah begitu melilit perut ini..tapi belum tampak sepertinya waktu berbuka kan tiba.
Sudah di dilewati gurun sahara yg kering tanpa air, sudah dijajaki taman-taman buah di pesisir tapi tak ada satupun tanda waktu yang kunanti itu kan datang. Apakah sampai tiba dimana rasa ini telah mati, baru aku mendapatkannya?!. Ketika nikmatnya air tak lagi menyegarkan atau ketika lezatnya makanan tak lagi menggiurkan, karena perut dan kerongkongan ini telah berhenti bekerja.
Apa tak sepantasnya orang seperti aku diberi waktu untuk menyegerakan berbuka?!? Masih terlalu siangkah hari ini buat diriku, sehingga belum waktunya menikmati hidangan surga atau aku telah melewatkan waktu berbuka itu, hingga sekarang aku telah berada dalam kegelapan malam menunggu fajar menyingsing berharap bertemu dengan matahari tenggelam.
Atau karena aku tak punya rezeki yang cukup untuk membeli makanan buat berbukaku ini atau makanan yang terlalu mahal untuk ku beli dibanding dengan rezeki ku yang tak seberapa ini??!
Apa karena aku tak pintar dalam memasak hingga aku tak bisa berbuka, perlukah aku sekolah lebih tinggi lagi untuk dapat memasak makanan buat berbuka ku ini?!
Atau karena air dan makanan untuk ku berbuka mesti diolah lagi supaya menghasilkan masakan dan minuman yang lebih baik?! Siapa yang bisa menjamin makanan dan minuman olahan bisa tahan lama untuk dimakan??!!
Sampai sekarang aku masih menjadi musafir kelaparan dan kehausan dalam teriknya matahari dipadang pasir, sesekali aku melewati pasar digurun ini disana tampak banyak orang yang aku kenal sedang menikmati makanan dan minuman dengan nikmatnya. Tapi tak mungkin aku meminta, itu hak mereka dan nikmat yang ALLAH SWT beri kepada mereka. Bersyukur saudaraku kalian telah menyegerakan berbuka kalian. Berpuasa tak kenal lelah saat berbuka itu yang melegakan. Wallahu a'lam.
Apakah kemaksiatan ku selama ini yg membuat otak ku tumpul dan karatan seperti sekarang ini...
Apakah dosaku selama ini yang memudarkan daya juang ku
Apakah kejadian buruk itu membuat semangatku yang selama ini berkobar menjadi padam
Aku lelah dengan sikapku sendiri terhadap berbagai aktivitas yang ku jalani
Begitu mengalir tak tentu arah, mengampangkan urusan, jauh dari sikap perfectsionist seperti dulu
Bukan seperti ini pada dasarnya diriku...
Apa yang membuatku menjadi seperti ini??!!
Aku memang lebih memahami suatu bidang tapi itu malah tidak cukup membuat hidupku berarti...
Aku bukan yang seperti dulu...
Mungkin hanya beberapa orang saja yang melihatku tidak seperti dulu...
Dan mereka telah jauh dan sibuk dengan berbagai aktivitas yang membanggakan...
Padahal dulunya sama-sama berjuang dalam menempuh kesuksesan, tapi malah aku yang merasa jauh tertinggal jauh dari mereka..
KEMANA KAU PERGI WAHAI SEMANGAT??!!
Jangan tinggalkan aku dalam kehampaan, urusanku didunia ini masih la banyak..cuma engkau yang dulunya membuatku berarti dimata manusia yg cuma melihat ku sebagai sosok yg tak sempurna. Tanpa mu sekarang ini aku semakin tak berarti di mata mereka.
Aku bukan mencari sanjungan dari manusia yg tak abadi
Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah
tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat
pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas
yang tak ada pada lelaki.
9. Dll.*
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN
WANITA ". atau EMANSIPASI WANITA.
Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?
Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan
ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan
dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.
Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada
ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah
harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada
suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu / wajib
juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak?
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi
tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan
seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena
melahirkan adalah syahid dan surga menantinya?
Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4
wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara
perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya
ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak
lelakinya dan saudara lelakinya.
Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana
saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : sembahyang 5
waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya, dan menjaga
kehormatannya. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara
bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya
kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala
orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... ** kan **?*
Ingat firman Nya, bahwa mereka(kafir) tidak akan berhenti melakukan segala
upaya, sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan buatan
mereka.
Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, Yang menciptakan kita,
maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala
hukumnya/peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan
dengan segala peraturan/hukum buatan manusia.
Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya. Terima kasih untuk saat - saat indah yang dapat kami nikmati bersama.
Terima kasih untuk setiap pertemuan yang dapat kami lalui bersama.
Saya datang bersujud dihadapanMU...
Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.
Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya... janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya.. kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni... dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.
Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya... ya Allah tolong satukan hati kami... bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya... berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...
Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya sebagaimana telah Engkau ciptakan...
Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...
Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini... lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...
Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya... luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.
Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...
Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....
Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...
Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.
Saat napas ini dimulai...
Sudah kulangkahkan kaki ini menjalani rodanya...
sudah pernah aku rasakan indahnya hidup, nikmatnya keberhasilan, terpenuhinya keinginan...
saat dimana rasanya telah sampai dipuncak...
tetapi ternyata tidak berhenti sampai disitu...
saatnya aku turun merasakan susahnya hidup, kegagalan demi kegagalan, dan tertundanya impian...
saat dimana aku melihat tanpa mata, mendengar tanpa telinga, menangis tanpa air mata, dan berjalan tanpa pijakan...
sekarang tersadarkan setelah semua yang aku alami...
CINTA pada manusia bisa kuraih tp tak dapat mengabadi...
CINTA pada dunia bisa ku rasa tp tak dapat sempurna...
CUMA 1 cinta yang indah membawa kita kelangit surga, membuat mata menjadi basah, membuat kita enggan besar kepala di dunia yang fana..CINTA PADAMU Y ALLAH..
Alangkah hina ktika nikmat didepan mata tertutup maksiat membabi buta..
Untuk memperoleh sakinah atau ketentraman dalam hidup pernikahan, dua orang pasangan suami isteri itu harus bisa menyatu dalam satu ikatan. Menurut Al-Qur'an surat ar-Rum, tali temali perekat pernikahan itu adalah mawaddah dan rahmah, cinta dan kasih sayang. Yang ideal adalah jika antara suami dan isteri diikat oleh perasaan mawaddah dan rahmah sekaligus.
Dalam bahasa Arab, mawaddah mengandung arti kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Jadi, cinta mawaddah adalah perasaan yang mendalam, luas, dan bersih dari pikiran serta kehendak buruk. Sedangkan rahmah mengandung pengertian dorongan psikologis untuk melindungi orang yang tak berdaya.
Rumah tangga yang direkat oleh mawaddah dan rahmah adalah pasangan dimana masing-masing secara naluriah memiliki gelora cinta mendalam untuk memiliki, tapi juga memiliki perasaan iba dan sayang dimana masing-masing terpanggil untuk berkorban dan melindungi pasangannya dari segala hal yang tidak disukainya.
Mawaddah dan rahmah itu sangat ideal. Artinya, sungguh betapa bahagianya jika pasangan rumah tangga itu diikat oleh mawaddah dan rahmah sekaligus. Sesuatu yang ideal biasanya jarang terjadi. Bagimana jika tidak? Seandainya mawaddahnya putus, perasaan cintanya tidak lagi bergelora, asal masih ada rahmah, ada kasih sayang, maka rumah tangga itu masih terpelihara dengan baik. Betapa banyak suami isteri yang sebenarnya kurang dilandasi oleh cinta membara, tetapi karena masih ada rahmah, ada kasih sayang, maka rumah tangga itu tetap berjalan baik dan melahirkan generasi yang terpuji. Rahmah yang terpelihara pada akhirnya memang benar-benar mendatangkan rahmat Tuhan berupa mawaddah.
Di samping mawaddah dan rahmah, Nabi menggarisbawahi dengan pernyataan bahwa pernikahan adalah amanah. Kata Nabi, wa akhaztumuhunna bi amanatillah (kalian mengambil pasanganmu sebagai isteri (atau suami) adalah berdasar amanah Allah).
Dalam Al-Qur'an, amanah diterangkan oleh para ahli tafsir sekurang-kurangnya mengandung tiga arti, yaitu : (1) titipan, (2) tanggung jawab, dan (3) kepatuhan kepada hukum Allah. Amanah mengandung arti tanggungjawab dengan berlaku adil dan rationil seraya menyadari implikasi dan konsekwensi dari apa yang dilakukannya. Isteri adalah amanah Allah kepada suami, suami adalah amanah Allah kepada isteri. Keduanya harus komit kepada hak dan kewajibannya serta menyadari implikasi dan konsekwensi dari apa yang mereka lakukan. Kasus-kasus buruk dalam keluarga pada umumnya bersumber dari tidak dihiraukannya amanah ini.
Cinta adalah salah satu sifat Tuhan yang Mahaagung, oleh karena itu juga di dalamnya, di dalam cinta ada keagungan, keagungan cinta. Manusia diperintahkan untuk meniru akhlak Tuhan. Dalam hal cinta, orang yang memiliki perasaan cinta dan bisa mencintai adalah manusia yang mulia. Namun cinta itu bertingkat-tingkat. Menurut Imam Al-Ghazali, ada empat tingkatan kualitas cinta :
1. Ada orang yang hanya mencintai diri sendiri, cinta diri. Segala ukuran kebaikan hanya diukur dengan kepentingan dirinya. Ini adalah cinta yang paling rendah kualitasnya.
2. Ada orang yang mencintai orang lain sepanjang orang itu membawa keuntungan bagi dirinya. Jika keuntungan dari cinta itu sudah tidak ada, maka cintanya pun putus. Cinta tingkat ini adalah cinta pedagang, cinta transaksional.
3. Ada orang yang mencintai orang baik, meski ia tidak diuntungkan sedikit pun dari orang yang dicintainya itu. Cinta tingkat ini sudah termasuk cinta yang agung.
4. Ada orang yang mencintai kebaikan murni terlepas dari siapapun yang memiliki kebaikan itu. Cinta tingkat ini adalah yang tertinggi, dan merekalah yang dapat mencintai Tuhan, karena Tuhan itu adalah kebaikan.
Hukum Asal Ubudiah/ ritual/ peribadatan itu adalah HARAM sampai ada dalil yang memerintahkan kita untuk melaksanakannya, itu yang menyebabkan tahlilan, yasinan, maulidan, zikir bersama, dll itu menjadi bid'ah (hal yang baru dalam agama dan setiap yang baru dalam agama adalah sesat, dan kesesatan itu tempatnya di neraka"HR Muslim 2/592 no 867. Nasa'i 3/188 no 1578) karena semua aktivitas tersebut tidak pernah dilaksanakan Rasulullah SAW dan tidak ada 1 dalil yang shahih yang menganjurkan melaksanakan aktivitas tersebut.
Sedang
Hukum Asal Syariah/ kegiatan sehari-hari / makanan / minuman itu adalah HALAL sampai ada dalil yang mengharamkan, seperti memakan bangkai, anjing, babi, dll
Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit, bukannya semakin surut jumlahnya. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi untuk menegakkan syiar agama ini tidak membuatnya musnah. Kebenaran memang tidak dapat dmusnahkan. Semakin hari semakin bertambah banyak saja orang-orang yang menjadi penganutnya.
Demikian pula dengan penduduk dikota Madinah, yang merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam pada masa-masa awalnya. Sudah sebagian tersebar dari penduduk yang ada dikota itu sudah menerima Islam sebagai agamanya. Ketika orang-orang Islam masih sedikit jumlahnya, tidaklah sulit bagi mereka untuk bisa berkumpul bersama-sama untuk menunaikan sholat berjama`ah. Kini, hal itu tidak mudah lagi mengingat setiap penduduk tentu mempunyai ragam kesibukan yang tidak sama. Kesibukan yang tinggi pada setiap orang tentu mempunyai potensi terhadap kealpaan ataupun kelalaian pada masing-masing orang untuk menunaikan sholat pada waktunya. Dan tentunya, kalau hal ini dapat terjadi dan kemudian terus-menerus berulang, maka bisa dipikirkan bagaimana jadinya para pemeluk Islam. Ini adalah satu persoalan yang cukup berat yang perlu segera dicarikan jalan keluarnya.
Pada masa itu, memang belum ada cara yang tepat untuk memanggil orang sholat. Orang-orang biasanya berkumpul dimasjid masing-masing menurut waktu dan kesempatan yang dimilikinya. Bila sudah banyak terkumpul orang, barulah sholat jama`ah dimulai.
Atas timbulnya dinamika pemikiran diatas, maka timbul kebutuhan untuk mencari suatu cara yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mengingatkan dan memanggil orang-orang untuk sholat tepat pada waktunya tiba. Ada banyak pemikiran yang diusulkan. Ada sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu sholat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Ada yang menyarankan untuk membunyikan lonceng. Ada juga yang mengusulkan untuk meniup tanduk kambing. Pendeknya ada banyak saran yang timbul.
Saran-saran diatas memang cukup representatif. Tapi banyak sahabat juga yang kurang setuju bahkan ada yang terang-terangan menolaknya. Alasannya sederhana saja : itu adalah cara-cara lama yang biasanya telah dipraktekkan oleh kaum Yahudi. Rupanya banyak sahabat yang mengkhawatirkan image yang bisa timbul bila cara-cara dari kaum kafir digunakan. Maka disepakatilah untuk mencari cara-cara lain.
Lantas, ada usul dari Umar r.a jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk sholat pada setiap masuknya waktu sholat. Saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang, Rasulullah SAW juga menyetujuinya. Sekarang yang menjadi persoalan bagaimana itu bisa dilakukan ? Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan sbb : “Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya,” Untuk apa ? Aku menjawabnya,”Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat.” Orang itu berkata lagi,”Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?” Dan aku menjawab ” Ya !” Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang ,” Allahu Akbar,…Allahu Akbar…..”
Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau. Dan beliau berkata,”Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang.” Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal.”
Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar r.a, ia juga menceritakannya kepada Rasulullah SAW . Nabi SAW bersyukur kepada Allah SWT atas semua ini
Dalam banyak pertemuan di majlis, sering kali yang dijadikan hidangannya adalah menggunjing (membicarakan orang lain). Padahal Allah Subhanahu wata’ala melarang hal tersebut, dan menyeru agar segenap hamba menjahuinya. Allah menggambarkan dan mengidentikkan ghibah dengan sesuatu yang amat kotor dan menjijikkan. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain, sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? maka tentulah kamu merasa jijik dengannya” (Al Hujurat : 12)
Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menerangkan makna ghibah (menggunjig) dengan sabdanya :
“Tahukah kalian apakah ghibah itu? Mereka menjawab : Allah dan RasulNya yang mengetahui. Beliau bersabda : Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya, ditanyakan : “Bagaimana halnya jika apa yang aku katakan itu (memang) terdapat pada saudaraku ? beliau menjawab : jika apa yang kamu katakan terdapat pada saudaramu maka engkau talah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika ia tidak terdapat padanya maka engkau telah berdusta padanya” (HR Muslim : 4/2001)
jika ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan), baik dalam soal keadaan jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, Akhlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Caranyapun bermacam-macam. Di antaranya dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-olok.
Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Allah ia adalah sesuatu yang keji dan kotor. Hal itu dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam :
“Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri) dan yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormayan saudaranya” (As Silsilah Ash Shahihah : 1871).
Wajib bagi orang yang hadir dalam majlis yang sedang menggunjingkan orang lain, untuk mencegah kemungkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam amat menganjurkan hal demikian, sebagaimana dalam sabdanya :
“barangsiapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menolak api Neraka dari wajahnya” (HR Ahmad : 6/450, Shahihul Jami’ : 6238).
Thiyarah adalah merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya atau apa saja. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
“Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata : Ini adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya”. (Al A’raf : 131)
Dahulu diantara tradisi orang Arab adalah jika salah seorang mereka hendak melakukan suatu pekerjaan, bepergian misalnya maka mereka meramal peruntungannya dengan burung. Salah seorang dari mereka memegang burung lalu melepaskannya. Jika burung itu terbang kearah kanan maka ia optimis sehingga melangsungkan pekerjaannya, sebaliknya, jika burung itu terbang ke arah kiri maka ia merasa bernasib sial dan mengurungkan pekerjaan yang diinginkannya.
Oleh Nabi Shallallahu’alaihi wasallam hukum perbuatan tersebut diterangkan dalam sabdanya :
“Thiyarah adalah syirik”
Termasuk dalam kepercayaan yang diharamkan, yang juga menghilangkan kesempurnaan tauhid adalah merasa bernasib sial dengan bulan–bulan tertentu. Seperti tidak mau melakukan pernikahan pada bulan shafar. Juga kepercayaan bahwa hari rabu yang jatuh pada akhir setiap bulan membawa kerugian terus menerus. Termasuk juga merasa sial dengan angka 13, nama-nama tertentu atau orang cacat. Misalnya, jika ia pergi membuka tokonya lalu di jalan melihat orang buta sebelah matanya, serta merta ia merasa bernasib sial sehingga mengurungkan niat membuka toko. Juga berbagai kepercayaan yang semisalnya.
Semua hal di atas hukumnya haram dan termasuk syirik. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berlepas diri dari mereka. Sebagaiman disebutkan dalam hadits riwayat Imran bin Hushain :
“Tidak termasuk golongan kami orang yang melakukan atau meminta tathayyur, meramal atau meminta diramalkan (dan saya kira juga bersabda) dan yang menyihir atau yang meminta disihirkan [Hadits riwayat at Thabrani dalam Al Kabir : 18 / 162, lihat shahihul jami’ no : 5435].
Orang yang terjerumus melakukan hal-hal diatas hendaknya membayar kaffarat (denda) sebagaimana yang dituntunkan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :
“barangsiapa yang (kepercayaan) thiyarahnya mengurungkan hajat (yang hendak dilakukannya) maka ia telah berlaku syirik, mereka bertanya : Wahai Rasulullah , apa kaffarat (tebusan) dari padanya? Beliau bersabda : Hendaklah salah seseorang dari mereka mengatakan : “ ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau dan tidak ada sembahan yang hak selain Engkau [Hadits riwayat Imam Ahmad : 2/220, As silsilah Ash shahihah no : 1065 (hadits ini lemah, sebaiknya disebutkan dengan menerangkan kelemahannya, bin Baz)]
Merasa pesimis atau bernasib sial termasuk salah satu tabiat jiwa manusia. Suatu saat, perasaan itu menekan begitu kuat dan pada saat yang lain melemah. Penawarnya yang paling ampuh adalah tawakkal kepada Allah.
Ibnu Masud Radhiallahu’anhu berkata :
“Dan tiada seorangpun di antara kita kecuali telah terjadi dalam jiwanya sesuatu dari hal ini, hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal (kepadaNya) [Hadits riwayat Abu Dawud, no : 3910, dalam silsilah Ash Shahihah hadits no : 430]
Enam Pembatal Wudhu Menurut Madzhab Syafi’i merupakan kajian Islam ilmiah
yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan
Matan ...
Infografis PER-11/PJ/2025: Tren Administrasi Perpajakan
Infografis PER-11/PJ/2025
Memahami Tren Baru dalam Administrasi dan Pelaporan Perpajakan di Indon...
Setiap hardware mempunyai ID unik yang biasa disebut Hardware Ids.
Terkadang kita kesulitan menemukan driver dari hardware tersebut. Di sini
penulis mengam...
KISAH
PENGHUNI SYURGA
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad hasan dan oleh Nasa’i dari Anas
bin Malik r.a.:
Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulu...